Dalam proses pengerjaan…
Kebutuhan akan sebuah kendaraan premium pengangkut penumpang (people mover) tampaknya menjadi sebuah tren di Indonesia. Terbukti dengan banjirnya jalanan ibukota dengan Toyota Alphard, Honda Elysion dan Nissan Elgrand. Kendaraan-kendaraan ini menawarkan kabin yang lapang dengan bangku tengah berskema captain seat yang sangat nyaman. Akan tetapi, kendaraan-kendaraan tersebut memiliki satu kelemahan, yaitu pada dinamika berkendaranya. Dengan kabin yang lapang, Alphard/Elysion/Elgrand juga memiliki desain yang jangkung atau tinggi. Seperti yang kita ketahui, semakin tinggi sebuah kendaraan, semakin tinggi pula titik gravitasinya. Hal ini menyebabkan ketika mobil dibelokkan dengan kecepatan yang sedang-tinggi, akan terjadi fenomena body roll atau yang umum kita kenal dengan istilah “limbung” karena momentum memaksa bodi kendaraan bergerak melawan arah belokan.
Kebutuhan akan sebuah people mover premium dengan titik gravitasi rendah mungkin tidak terlalu banyak, namun tetap saja ada permintaan di ceruk pasar tersebut. Toh, dengan bangku yang lebih rendah, posisi kaki penumpang dapat lebih rileks dengan memosisikan kaki bawah semakin rata dengan posisi paha (posisi berselonjor). Untuk menjawab permintaan pasar tersebut, Honda Prospect Motor selaku agen tunggal pemegang merek Honda di Indonesia, memasukkan generasi ke-4 Honda Odyssey.
Honda Odyssey sendiri adalah sebuah kendaraan berkategori MPV atau Multi Purpose Vehicle atau sederhananya, kendaraan serbaguna. Odyssey diciptakan pertama kali sebagai sebuah kendaraan serbaguna yang mampu memuat 7 orang penumpang dengan nyaman. Desainnya pun serupa dengan kebanyakan MPV lain, dengan kabin yang lapang dan langit-langit yang tinggi. Pada generasi ke-3, insinyur perancang Honda melakukan gebrakan baru di dunia otomotif dengan memperkenalkan Honda Odyssey sebagai MPV beratap rendah. Berkat atap yang rendah ini, dinamika berkendara Honda Odyssey secara teoritis meningkat drastis, dengan target bahwa mobil ini memiliki dinamika berkendara seresponsif sedan.
Banyak yang mengira dengan Honda memangkas tinggi Honda Odyssey berarti ruang dalam kendaraan menjadi lebih kecil. Tentu saja hal tersebut tidak benar karena Honda menurunkan juga lantai Honda Odyssey sehingga ukuran ruang kabin tidak berpengaruh. Malahan, tinggi ruang kabin Honda Odyssey generasi ke-3 lebih tinggi 5 mm dibandingkan dengan generasi ke-2 yang secara fisik lebih tinggi.
Gambar potongan samping generasi ke-3
Untuk generasi ke-4 ini, insinyur perancang Honda Odyssey bahkan melakukan hal yang luar biasa sekali lagi mengenai rancang bangun kendaraan. Odyssey generasi ke-4 memiliki panjang keseluruhan 4800mm, lebih panjang 30mm, dan panjang ruang kabin keseluruhan 2850mm, lebih panjang 60mm dibanding Odyssey generasi ke-3. Lebih hebat lagi adalah, tinggi Odyssey generasi ke-4 lebih rendah dibandingkan pendahulunya. Dengan tinggi 1545mm atau lebih rendah 5mm, Honda Odyssey generasi ke-4 memiliki ruang kepala sama tinggi dengan model lawas. Mengenai lebar, tampaknya Honda tidak memberikan perubahan yang berarti dan mempertahankan lebar Odyssey generasi ke-4 sama dengan Odyssey generasi ke-3 pada 1800mm.
Gambar potongan samping generasi ke-4
Dinamika berkendara maksimum
Definisi dinamika berkendara terkadang memiliki makna multitafsir yang menyesatkan. Namun disini, Honda ingin menekankan bahwa dinamika berkendara adalah perpaduan antara kekuatan akselerasi kendaraan, kecepatan maksimum kendaraan dan kemampuan bermanuver pada kecepatan tinggi maupun sedang. Secara teoritis, Honda Odyssey memiliki ketiga faktor dinamika berkendaraan tersebut berkat beberapa atribut sebagai berikut:
- Titik gravitasi yang rendah. Dengan merendahkan lantai dan atap kendaraan, Honda Odyssey memiliki kecenderungan limbung yang rendah. Kecenderungan limbung yang tinggi pada kondisi ekstrimnya dapat membuat mobil terguling karena terdorong oleh momentum.
- Suspensi double wishbone. Honda Odyssey dibuat diatas platform global Honda Accord yang berarti kendaraan ini memiliki suspensi yang sama. Keunggulan suspensi double wishbone terletak pada kemampuannya untuk memvariabelkan sudut kemiringan ban pada tikungan ataupun kondisi jalan yang bergelombang. Alhasil, selain nyaman, suspensi double wishbone menunjang manuver pada kecepatan tinggi dan sedang dengan sangat baik.
- Mesin i-VTEC 2.4L (K24) yang diperbarui. Honda Odyssey, seperti Honda Accord menggunakan mesin berkapasitas 2400cc. Namun untuk generasi ke-4 ini mesin K24 yang legendaris ini mendapatkan sedikit perubahan dan menghasilkan daya sebesar 180ps untuk pasar Indonesia. Di Jepang sendiri, mesin Honda Odyssey hanya menghasilkan daya 173ps. Meskipun begitu, di Jepang Honda Odyssey memiliki varian Absolute yang tidak tersedia di Indonesia yang menggunakan mesin sama namun menghasilkan daya sebesar 206ps.
- Gigi otomatis 5 kecepatan. Honda Odyssey melengkapi jajaran kendaraan Honda dengan gigi otomatis 5 kecepatan. Dengan 5 kecepatan, Honda Odyssey memiliki rasio gigi yang lebih banyak sehingga akselerasi kendaraan optimal dapat dicapai pada tiap tingkat kecepatan.
Dengan empat poin diatas, Honda Odyssey memiliki potensi dinamika berkendara yang luar biasa. Pengendara Honda Odyssey dapat memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan bermanuver layaknya seorang pembalap… Meskipun tentunya hal tersebut sangat tidak disarankan. Namun setidaknya Honda Odyssey memiliki potensi untuk dipacu melebihi aturan keamanan yang berlaku.
Berbicara keamanan, Honda Odyssey memiliki standar keamanan aktif dan pasif yang memukau. Honda Odyssey versi Indonesia hadir dengan fitur keamanan yang meningkatkan kenyamanan berkendara dan keamanan berkendara dalam segala suasana. Honda Odyssey memiliki fitur keamanan sebagai berikut:
- Airbag
- ABS + EBD + BA
- VSA + Adaptive motion steering
Bersambung…
Yang belum: Interior, kelengkapan, Harga (Rp. 563 juta), untuk siapa, foto… Perbandingan dengan versi Jepang… Perlu gak masukin versi Amerika? Kayaknya sih…
Sumber:
Press release Honda Prospect Motor (cetak)



